Wednesday, November 28, 2012

Kosong? Tenang?


Entah kenapa hati terasa kosong. Tenang? Ya..mungkin juga, ketenangan dalam kekusutan. Walaupun sebenarnya keadaan adalah kusut dan menyesakkan dada, tapi itu semua seperti tidak membawa apa-apa erti. Walau dalam keadaan yang duji begini, tidak apa yang diharapkan melainkan keampunan Allah. Tugasan masih tetap dilaksanakan tapi roh dan jiwa tidak disitu.
sumber

Mungkin juga kerana diri ini berada dalam pengaruh sedar yang tinggi, 'stress' hanyalah membunuh.. membunuh ketenangan diri, membunuh sel-sel sihat, membunuh masa-masa kualiti bersama tersayang. Jadi diri yang penuh kesedaran ini memilih untuk tidak membiarkan "stress" menguasai diri. Bagaimana untuk melakukan itu? Entahlah..yang pasti serahkan hati yang sakit kepada pembuat hati itu, DIA tahu bagaimana menyembuhkannya. Pasrah dan redha dengan ketentuannya, kita merancang, DIA juga merancang, pastinya perancangan DIA adalah yang terbaik. Juga jangan diletakkan dunia dihati, kerana yang abadi hanya di akhirat nanti. Apa ditangisi sesuatu yang sementara, kejarlah sesuatu yang abadi. Hidup didunia, hiduplah sebagaimana kehidupan sementara, bukan seperti kehidupan yang abadi.

Ketenangan itu kurniaan Allah, Diperolehi dengan zikrullah,


"Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."(Al A'raf,7:204)

"(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah". Ketahuilah dengan "zikrullah" itu, tenang tenteramlah hati manusia."(ArRad,13:28)

Tuesday, November 27, 2012

Iri hati

"Daripada Abdullah bin Mas'ud ra katanya, Rasulullah saw bersabda "tidak boleh iri hati selainkan dalam dua perkara iaitu seseorang yang telah dikurniakan Allah harta lalu dihabiskan hartanya itu kejalan yang benar dan orang yang dikurniakan oleh Allah ilmu pengetahuan, lalu ia mengeluarkan sesuatu hukum berpandukan dengan ilmunya (AlQuran dan Hadis) serta diajarkannya kepada orang lain." ( AlBukhori dan Muslim)

Selain dari itu tak perlulah "menensionkan" diri dengan perasaan iri hati atas apa yang menjadi milik orang lain. Kenapa sesuatu itu tidak menjadi milik kita?  Mungkin milik orang lain itu memang terbaik untuk dia miliki, ujian untuknya.  Mungkin jika menjadi milik kita, ianya adalah perkara terburuk yang pernah kita miliki, ataupun terus kita jatuh kufur nikmat!  Bukanlah Allah itu Maha Mengetahui apa yang terbaik buat kita? Jadi janganlah merosakkan diri dan hati dengan perasaan iri hati yang tidak dilandasi dengan syariat Islam.

Thursday, November 22, 2012

Sekadar luahan..

Hmm... hampir bersawang lagi blog ni! Sebulan tidak menulis apa-apa disini.  Kekangan masa yang dimiliki kerana tumpuan banyak kepada menyiapkan thesis yang memeningkan ini.

Dah boleh bernafas dengan tenang sekarang?

Oh! belum lagi. Perjalanan masih panjang apatah lagi bilamana orang yang bertanggungjawab seperti tidak faham tanggungjawabnya! Bila di kejan-kejan di katanya kita tunjuk pandai, unethical action! Hish! susah apabila kita menegakkan hak kita, dipandang seperti penderhaka! Orang yang cuba menolong kita juga terpalit sama dalam "konpirasi penderhakaan" ini.

Apapun ianya hanyalah 0.00001% dari apa yang perlu di hadapi oleh rakan-rakan yang lain yang menghadapi masalah yang lebih berat.  Dan pastinya 0.00000000% harganya dari pada apa yang perlu dihadapi dan dilalui oleh saudara-saudaraku dan anak-anak2 ku di Palestin.  Mereka di anggap "terrorist" kerana mempertahankan Islam dan tanah tumpah darah mereka yang dimuliakan Allah itu. Anak-anak kecil ahli syurga dibunuh tanpa belas kasihan. Penderitaan mereka lebih lagi berbanding dengan masalah thesis yang mungkin tidak ada nilainya disisi Allah.

"Ya Allah, hanya padaMulah tempat kami memohon dan mengadu. Kami merancang, KAU juga merangcang, pastinya perancanganMulah yang terbaik. Tidak ada apa yang akan terjadi tanpa keizinanMu dan sekali KAU menghalangnya tiada sesiapa mampu melaksanakannya."


Thursday, October 25, 2012

AMAT diperlukan...

Tahun lepas disaat-saat begini, ketika berada di Mudzalifah dengan jutaan manusia berlandaskan langit luas sebagai bumbung terasa benar seperti suasana di padang masyar sebagaimana di gambarkan.  Seluas-luas kawasan hanya dipenuhi dengan manusia yang berpakaian serba putih.
sumber
Tahun lalu, kami diuji dengan perlu berada di Mudzalifah sehingga pagi menjelma, walaupun mina dekat sahaja tapi kerana perlu menunggu bas-bas datang, kami terpaksa merasakan keperikan matahari walaupun waktu itu pagi.  Tampa tempat untuk berteduh keperitan sinar mentari begitu menyengat!  
Andai inilah suasana di padang masyar nanti, memang semestinya kita memerlukan syafaat dari Nabi Muhammad saw untuk mempercepatkan hisab kita di padang masya yang tidak ada apa-apa naungan dari terik mentari!


Antara Syafaat Nabi Muhammad saw di akhirat (dengan izin Allah swt)

1. Meringankan penderitaan makhluknya di Padana Masyar dengan mempercepatkn hisab.
2. Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab
3. Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.

Hanya Nabi saw, nabi kecintaan kita yang dapat memberikan syafaat buat umatnya. Akan mengakukah nabi kita umatnya andai ketika di dunia ini tidak kita ikuti sunnahnya? Arahannya? Larangannya? Sesungguhnya, kita AMAT memerlukan syafaatnya. Bersempena bulan pengorbanan ini, berazamlah untuk kita korbankan sedikit kesenagan dunia yang sementara ini untuk memperolehi kesenangan akhirat yang abadi.


Tuesday, October 16, 2012

Sharing...


To be human is to be prejudiced. We get used to seeing things in a certain way. At times we do not even notice we are seeing something from a certain perspective. It is like forgetting you have sunglasses on and thinking that the day has become dark!

So we see somebody behaving in a certain way and we link it back to our own behaviour and we usually know why we do something- usually, but not always. We then equate what the other person did with a hidden intention within that other person. Worse still, we then use our perception to make an accusation and maybe we are right but, maybe we are wrong!

Have you done that lately? Have you accused somebody of showing off? Of wanting a free ride, or of trying to impress? Do you know or, is it a perception based on your own view point which includes your filters?
It matters if you work with people, it also matters if you are a doctor and even more when you are a homeopath to know you have filters and know when you are being opinionated and when you are being objective in your recording the symptoms and signs of the case.

As an example, a patient starts to bat their eyelids at you and you immediately go on your guard because you think she is flirting. It turns out she has dust in her eyes. So the filter you have is your past experience of other women who bat their eyelids at you!

Another example would be when a person is good at something and demonstrates what they are good at. You immediately think: “Show off! ” It may just be that the person is just being her/him self and does not even think very much of what he/she is good at, simply because it is part and parcel of him/her.

So the point I am driving at is, to be aware of your filters, do not make assumptions and worse still accuse people based on your interpretation of their behaviour. Ask if you need to and find that person’s reasons, not the ones you think are that persons reasons!

from
http://drsuriyakhatun.com/2012/01/05/watch-your-filter/
http://drsuriyakhatun.com