Sunday, May 27, 2012

Ujian nikmat

Dalam kehidupan kita, sesekali kita diuji dengan kesakitan, sesekali kita diuji dengan musibah, sesekali kita diuji dengan kebahagian.  Dalam menghadapi kehidupan di dunia ini, apabila kesakitan atau musibah yang melanda kita akan cepat sekali kembali kepada fitrah, kembali kepada Allah.  Mengembalikan diri kita, hati kita, iman kita kembali kepada yang berhak untuk memilikinya.Tetapi ketika diuji dengan kebahagian kita seringkali terlupa yang ianya juga adalah ujian Allah, apakah kita akan menjadi hambaNya yang lebih bersyukur atau kufur.

"Maka apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, ia segera berdoa kepada Kami; kemudian apabila Kami memberikannya sesuatu nikmat (sebagai kurnia) dari Kami, berkatalah ia (dengan sombongnya): "Aku diberikan nikmat ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku". (Tidaklah benar apa yang dikatakannya itu) bahkan pemberian nikmat yang tersebut adalah ujian (adakah ia bersyukur atau sebaliknya), akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat itu)." (Az-Zumar 39:49)

Apa jua kebaikan (nikmat kesenangan) yang engkau dapati maka ia adalah dari Allah; dan apa jua bencana yang menimpamu maka ia adalah dari (kesalahan) dirimu sendiri. Dan Kami telah mengutus engkau (wahai Muhammad) kepada seluruh umat manusia sebagai seorang Rasul (yang membawa rahmat). Dan cukuplah Allah menjadi saksi (yang membuktikan kebenaran hakikat ini). (An-Nisaa' 4:79)


Di dalam ujian kesakitan yang sedikit, jangan dilupa seribu satu kenikmatan yang masih kita miliki.  Jika kita hilang satu nikmat, ingatlah akan nikmat-nikmat yang lain yang masih kita miliki. Kata cerdik pandai, andai kita tidak miliki kasut, bersyukurlah kerana kita masih mempunyai kaki .  Setiap ujian yang Allah berikan pada kita hanyalah untuk meningkatkan darjat kita ke tingkat yang lebih baik.

"Oleh itu ingatlah kamu kepadaKu (dengan mematuhi hukum dan undang-undangKu), supaya Aku membalas kamu dengan kebaikan; dan bersyukurlah kamu kepadaKu dan janganlah kamu kufur (akan nikmatKu)." (Al-Baqarah 2:152)

Wednesday, May 23, 2012

Kempen 1 Lampu 1 Keluarga untuk Palestine.


Aqsa Syarif telah melancar kempen 1 Lampu 1 Keluarga untuk Palestine.

Ketiadaan bekalan eletrik yang kekal telah menyebabkan kesukaran hidup rakyat Palestine. Sejak 2006, Israel telah mengebom dan memusnahkan kesemua 6 transformer di satu-satunya stesyen penjana eletrik Gaza. Bekalan eletrik bergantung kepada generator persendirian, tapi kebanyakkan tidak mampu. Israel menawarkan bekalan eletrik ..... tapi akan dipotong bila-bila masa mereka suka. Anak-anak terpaksa membuat kerja-rumah berbekalkan beberapa batang lilin.

Aqsa Syarif telah melancarkan kempen menaja LAMPU SOLAR kepada setiap keluarga Palestine di Gaza. Kami mensasarkan sekurang-kurangnya 1000 lampu akan dibawa ke Palestin dalam misi pertengahan Jun nanti.

HANYA RM60 setiap lampu. Skip JUST ONE your dinner family dinner outing, you are able to donate 1 Solar Lamp to a Palestine family that will benefits them for years. Bayangkan selagi mereka menggunakan lampu tersebut, pahala terus berjalan kepada anda tanpa anda sedari pun.

Untuk menyumbang, mudah :

1. Bank-in jumlah yang anda ingin taja kepada akaun AQSA SYARIF (Maybank : 5515 7500 4299 / Bank Islam 12 092 01 003490 4)

2. Kemudian SMS kepada 012-528 2531, maklumkan untuk TAJAAN LAMPU serta jumlah yang di bank-in. Nyatakan jika resit diperlukan.
    Contoh : "Salam, sy dah bank-in RM120 utk TAJAAN 2 LAMPU. Resit diperlukan."

Moga dengan bersedaqah, rezki anda terus diberkati.

AQSA SYARIF GOMBAK


Read more about eletricity in Gaza:
__._,_.___

Monday, May 21, 2012

Zalimkah?


Jika tanpa keizinan Allah tidak ada apa jua akan terjadi. Dengan keizinan Allah tiada apa yang akan dapat menghalangnya.  Jadi zalimkah Allah jika DIA izinkan kita membuat maksiat dan kejahatan kemudian kita pula akan disiksa di akhirat nanti!  Allah yang izinkan tetapi kemudian kita pula disiksa... 

Allah memang izinkan setiap apa yang kita lakukan, tetapi kita mempunyai pilihan.  Allah izinkan kita keluar dari rumah untuk kegenting highland, tapi kita punya pilihan nak gi berjudi ke nak ke masjid ke.. Allah izinkan kita minum minuman, kita punya pilihan untuk minum arak ke atau air bandung.  Kita diizinkan untuk maju dalam business, kita punya pilihan nak keluarkan zakat atau buat-buat tak tau!  Allah izinkan kita untuk menaip di dalam blog ini, kita punya pilihan nak taip hal keaiban diri/pasangan kita ke ataupun hal-hal menambahkan motivasi diri, menambah ilmu, menambah iman..

Kita akan dibalas atas pilihan yang telah kita buat, bukan kerana keizinan Allah telah berikan.

Ponder it!

Friday, May 11, 2012

Birds : A Lesson For You And Me


by Asma bint Shameem


The other night I had some old stale bread left over. Although we dont get very many birds in our backyard this time of the year, I didnt want to waste any food so I crumbled it up into tiny pieces and threw it in the back yard for the birds without paying much attention to it. And I would have forgotten all about it if I hadnt heard the loud cawing of a crow the next morning, right after sunrise.

Caw! Caw!
It was so loud and persistent that I simply had to look out the window, wondering what all the commotion was about, having forgotten all about the bread crumbs from the night before.

And there it was.... a crow so excited, so delighted, quickly pecking at the bread crumbs while also eagerly calling his friends to join him in his recently discovered, grand breadcrumb feast!

And sure enough, within seconds, at least 10, 15 more crows had joined him and were swiftly pecking at the crumbs with their tiny beaks.


I watched in amazement, entranced, at this fascinating sight and within minutes, all the breadcrumbs were gone, wiped clean as if they never existed.

Subhaan Allaah !


These crows had absolutely no idea that these crumbs were in my backyard the night before. Yet only a few hours later they were there, pecking at them until they had their fill and then they were all gone.

Who fed them ?
Who told them where to go for their rizq ?
Who told them that my backyard had food waiting for them?


It's only Allaah Subhaanahu wa Taala, Ar-Razzaq, the One Who provides for the crows and for me and you.


The Prophet (pbuh) said:
 "
If only you relied on Allah a true reliance, He would provide sustenance for you just as He does the birds: They fly out in the morning empty and return in the afternoon with full stomachs."
(Ahmad, Tirmidhi, others)


And have you ever seen how birds fly? I mean, really seen them fly with the eyes of your heart?
How these incredible flying machines soar through the sky, spreading their wings so gracefully gliding from one tree to another?

Who holds them up in space like that without them falling to earth?

Who taught them to fly and flap their wings like that?

Who told them to fly south in winters and migrate to unknown places?

 Have you ever wondered about that? 

"
Do they not see the birds held (flying) in the midst of the sky? None holds them up but Allaah. Verily, in this are clear proofs and signs for people who believe." (Surah an-Nahl: 79)

And have you seen how they gather every morning and every evening on poles and wires, all lined up neatly right next to each other. So close to one another, bird after bird, literally hundreds of them, all chirping in unison, joining each other in this wonderful air orchestra extravaganza?!!

Why do they gather like that every day, day in and day out? 

What do they say? 
"The seven heavens and the earth and all that is therein, glorify Him and there is not a thing but glorifies His Praise. But you understand not their glorification. Truly, He is Ever Forbearing, Oft-Forgiving." (al-Israa: 44)
Subhaan Allaah. 

Singing the praise of their Lord. What an honor!
  
 
Have you ever reflected on what an amazing creation of Allaah all these birds are ? 

 These birds are a sign.....a sign for people who understand and take heed. They are signs among the signs of the Lord of the heavens and the earth, our Rabb, the Creator, Controller, Sustainer of everyone and everything. 
    
A bird flies because Allaah is the One who holds it in up the air. It migrates along mysterious routes because it follows Allaahs plan. 
Its flight is part of its glorification of its Creator. 


It gathers on poles and wires every day because it is glorifying Allaah. Its glorification is part of the duty that Allaah has created it for.  

It finds food for itself in places it doesnt even know existed, because it is Allaah that is providing it. 

And this is part of the trust, the tawakkul, that the bird places in his Lord, his Sustainer.
 
 Now the questions to ask oneself are
 
If these little birds can have such tawakkul in Allaah, why cant we ?

If these tiny birds can fly like that and obey Him like they are supposed to, why dont we ? 
If they can sing the praises of their Lord and worship Him in the manner that they are taught, why arent we ?  
Surely in this is an ayah for the one who understands.

Our job is to worship Allaah alone. If we can do that job, even a fraction as well as these birds do, you never know, we might just be fortunate enough to fly with them to Jannah.

Wednesday, May 9, 2012

"Tempat Tertinggi"


A051
(Tuhan berfirman: Orang-orang kafir itu ialah) orang-orang yang menjadikan perkara-perkara agama mereka sebagai hiburan yang melalaikan dan permainan, dan orang-orang yang telah terpedaya dengan kehidupan dunia (segala kemewahannya dan kelazatannya). Oleh itu, pada hari ini (hari kiamat), Kami lupakan (tidak hiraukan) mereka sebagaimana mereka telah lupa (tidak hiraukan persiapan-persipan untuk) menemui hari mereka ini, dan juga kerana mereka selalu mengingkari ayat-ayat keterangan Kami.

Tuesday, May 8, 2012

Bicara alam

Sehari dua ini kita dikejutkan kembali dengan banjir, ribut dam hujan yang lebat. Apabila air sungai melimpah ruah akibat daripada hujan yang mencurah-curah, kesannya tidak hanya pada yang membuat maksiat kepada Allah, tetapi kepada semua yang berada di kawasan itu.  Tidak ada siapa pun berkecuali.  Bagi yang beriman akan mudah melihat satu musibah itu sebagai ujian penambah iman. Tapi bagi yang kurang imannya, akan menganggap semua kejadian musibah itu hanyalah malapetaka yang dahsyat tanpa ada tanda-tanda penambahan iman. Bagi mereka, itu semua 'kejadian alam'.  

Dari hadis ini kita tahu, jika tidak kita usahakan untu mengislahkan masyarakat, andai mereka bersetuju untuk meggali lubang dibawah kapal, maka semuanya akan binasa. 

"Maka masing-masing Kami binasakan dengan sebab dosanya, iaitu di antaranya ada yang Kami hantarkan angin ribut menghujaninya dengan batu; dan ada yang dibinasakan dengan letusan suara yang menggempakan bumi; dan ada yang Kami timbuskan dia di bumi; dan ada pula yang Kami tenggelamkan di laut. Dan (ingatlah) Allah tidak sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri."
(Al-'Ankabuut 29:40) 

"Atau patutkah kamu merasa aman (tidak takut) kepada Allah yang pusat pemerintahanNya di langit itu: menghantarkan kepada kamu angin ribut yang menghujani kamu dengan batu; maka dengan itu, kamu akan mengetahui kelak bagaimana buruknya kesan amaranKu?" (Al-Mulk 67:17) 

"Dan Kami telah menurunkan dari awan, air (hujan) yang mencurah-curah..."(An-Naba' 78:14)